Antara Aa Gym dan Yahya Zaini

Sepertinya, tahun ini akan ditutup dengan 2 berita yang memiliki rating tinggi di setiap media baik cetak, radio, TV hingga milis, forum dan komunitas blog. Keduanya adalah :

  1. Seputar poligami Aa Gym, dan
  2. Video mesum anggota DPR Yahya Zaini dan Maria Eva

Apa yang menarik dari kedua berita tersebut? Yang pasti selain perbedaan, keduanya juga memiliki persamaan hingga menjadikannya selalu di-update oleh pemburu berita.
Persamaanya mungkin:

  1. Pelaku utamanya sama-sama figur publik, yang satu bidang dakwah agama, satu lagi dakwah politik.
  2. Dua-duanya seputar perkawinan dan per’kawin’an dengan wanita.

Perbedaannya?

  1. Yang satu melakukan dengan dasar sunnah dan katanya didukung oleh istri pertama, sedang satu lagi melakukan karena sudah sunat dan sangat ditolak oleh istri pertama.
  2. Yang satu orang banyak mulai sebal dengan wajah sumringahnya, sedang yang satu lagi wajahnya membuat penasaran orang banyak hingga file 3gp mesum-nya banyak diburu.

Mengutip pernyataan Permadi di sebuah stasiun TV swasta “YZ itu sedang apes..apesnya ya ketauan, karena saya yakin masih banyak anggota DPR lain yang berbuat hal yang sama, cuma belum ketauan aja..” Sehancur itukah moral para petinggi yang notabene merupakan representasi bangsa ini?

Bagaimana dengan Aa Gym?

imso, saya pun dapat menerima langkah yang telah diambil oleh Aa Gym jika dikaitkan dengan syari’at islam. Tidak ada yang salah karena beliau melakukan dengan sistematis yang kadang sulit untuk diterima oleh nalar umum. Prasangka baik saya, mungkin beliau ingin mengimplementasikan apa yang diyakini benar, tidak hanya menjadi teori yang diperdebatkan turun menurun. Prasangka dan ‘judgement’ negatif dari masyarakat mengenai niat beliau untuk berpoligami, saya kira hanya ungkapan emosional tiga menit dan subjektif. Saya juga bangga, di zaman seperti ini masih ada orang yang idealis dan mencoba melakukannya dengan elegan.

Idealis? Ya, sangat idealis, tapi tidak realistis. Aa Gym sangat idealis untuk mencoba untuk menyadarkan masyarakat bahwa tidak ada yang salah dengan poligami sepanjang dilakukan dengan niat, cara dan orang yang tepat.

Dimana tidak realistisnya? Beliau mungkin terlalu berprasangka baik dengan masyarakat kita yang plural ini, baik dari sisi agama, keimanan dan tingklat edukasi.
Beliau kurang realistis bahwa saat ini isu kesetaraan jender baru berbentuk kecambah, sedang lucu-lucunya hingga kadang-kadang sampai wanita ingin menginjak laki-laki. Intinya, wanita mana yang sudi di-poligami?

Beliau juga kurang realistis bahwa masih ada ’siraman rohani’ lain yang lebih dibutuhkan masyarakat daripada sekedar implementasi poligami. Kata teman saya, padahal saat ini isu zakat harta lebih berguna.

Silahkan kita menilai dan menyikapi dengan bijak tanpa harus berlebihan dan tidak perlu ikut arus jika masih bingung, speechless atau no idea.

Tiba-tiba saja saya merindukan sosok Sunan Kalijaga yang sangat realistis dengan keadaan masyarakat pada zaman itu hingga beliau harus memutar otak untuk menciptakan wayang kulit agar bisa berdakwah tanpa harus bertentangan dengan syari’at dan tatanan masyarakat yang ada.

Tiba-tiba juga saya jadi ingat pesan Ayah saya ketika saya harus meninggalkan kampung halaman “Nak, hidup dirantau kamu harus bisuk (baca: bijak). Apakah bisuk itu? Adalah mengkondisikan dimana istri yang tua menerima, istri yang muda mengerti dan anak-anak tidak menggerutu”

I love you, Dad !

16 Tanggapan ke “Antara Aa Gym dan Yahya Zaini”

  1. Begitulah sifat manusia yang tentu saja tidak sempurna. Jadi kita harus introspeksi diri terus dan terus ^^

  2. Siapa yang mau jadi inisiator : Manajemen Nafsu ?

  3. poligami memang halal karena ada dalam Qur’an, namun syarat-syartnya perlu dipahami dulu baru bisa bilang poligaminya —> syariat Islam

    Sunah Rasul ? wah ini sih saya dengan menghina Rasul ! coba deh cek sejarah perkawinan Rasul. Kapan menikah yg kedua dan seterusnya, dengan siapa dan apa motifnya.

    salam kenal

  4. kalau selingkuh, ini sih gak perlu dibahas lah….. udeh jelas. dan untung yg selingkuh bukan tokoh agama (tokoh politik), jadi efek mendiskreditkan Islam hampir tidak terasa. paling yg sebel ya rakyat. kok orang kayak gitu kepilih ? dan tentunya uang yg dipake selingkuh ya uang rakyat (kita kan rakyatnya), berarti ….

    aduh… aku punya temen yg jadi cem cem an anggota DPR loh hik…. sedih…

  5. :-)
    rating dari kedua info ini mmg lagi meroket

  6. Sebagai wanita biasa dan manusia biasa saya tidak setuju dengan poligami.Karena kaum laki2 (termasuk Aa Gym) juga manusia biasa.Jangan dibandingin ama Nabi Muhammad SAW,karena beliau adalah Nabi yang memeliki kelebihan dari manusia.Saya ga yakin laki2 biasa bisa berbuat ADIL jasmani dan rohani.Aa Gym….Aa Gym….kok bisa begitu

  7. Sedihnya ya keduanya kok ya tokoh agama.Aa Gym jelas jelas da’i kondang yang menjadi panutan kaum moslem, YZ juga termasuk tokoh agama loh.Buktinya dia menjabat di bidang kerohanian di Golkar.Adoh…adoh….mau jadi apa negaraku ini…sedih sedih…

  8. Saya sendiri bingung, motivasi dia nikah lagi apa yah… Yang jelas bukan atas kemauan istrinya, berarti kan keinginan Aa Gym sendiri. Apa yah kira-kira yang membuat dia pengen nikah lagi? :D

  9. Jagalah titit, jangan kau nodai
    Jagalah titit, anugerah ilahi
    Bila nafsu tak terkendali, ayo cepat kawin lagi
    Bila istri tak setujui, pelintir saja ayat ilahi

    Poligini dan Nyeleweng itu sama aja
    Istri sama-sama sakit (kecuali dicuci otak pake ayat)
    Anak sama-sama malu (kecuali dicuci otak pake ayat)

    Tapi dari segala yang negatif, selalu ada yang positif, sekarang, bila kita ingin cari pacar/istri yang rela di poligini, datang saja ke daarut tauhid, ikut pengajian AA Gym :D

  10. Sekedar pembanding bagi kalangan yang bersemangat untuk melakukan atau yang besemangat untuk menolak
    http://www.eramuslim.com/ust/fqk/4573c2b8.htm

  11. Bener kata hadist yg bilang (eh, hadist bukan ya?) : Jangan liat orangnya, tp liat apa yang dia sampaikan (ajarkan). Soalnya manusia gak sempurna, gak luput dari khilaf dan salah.

    Aa Gym juga manusia…
    YZ juga manusia…
    Rey juga manusia, tp yg satu ini suka komen :D

  12. adalagi kesamaannya mbak, dua-duanya sama-sama cantik, sedangkan kami kami ini sama sama udah tua dan gak suka lagu dangdut, apalagi lagunya bang rhoma, dan sama-sama punya suami yang jago berdebat….jadi kalahlah kita, menangnya biar waktu yang membuktikan. Mesin Honda grand aja katanya lebih bagus dari kharisma, blon tentu yang tua lebih ngos-ngosan….

  13. orang akan dikenal karena kebaikan dan kebijakannya, dan orang akan ditinggal dan dilupakan karena kelalaiannya dan ke tidak pedulian pada orang lain.

  14. Ahh..apa lah salahnya kok kita harus ribut ama polygamy. kan lebih baik yang ‘halal’ ketimbang yang haram. dengan poligamy, sang suami harus terus melaksanakan tanggungjawabnya sebagai suami…sampai mati. (kiranya ga bisa/sanggup..jangan berpoligamy lahh). Lho..aku sih kangen banget mau pulang lagi ke Jakarta, Indonesia..(Indonesia…terimakasih!)

  15. Waduh mas, aku ga dipoligami aja pengen dipoligami. Bukan karena sunah, tapi aku pengen punya alasan untuk menikah dengan laki-laki lain yg lebih muda dan keren…haaa..ha..terus terang kitapun bosen ma suami setelah 7 tahun bersama

  16. silakan komentar buruk terhadap polygami…biar siksa kubur yang menjawab..otak hina kalian …

Tinggalkan Balasan